Jombang — Pelaksanaan kegiatan Forest Orienteering Race (FO-Race) 2025 dalam rangka Peringatan Hari Tata Ruang Nasional 2025 pada 8–9 November 2025 di kawasan Wonosalam berlangsung meriah. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pengurus Cabang Federasi Orienteering Nasional Indonesia (FONI) Jombang, serta dukungan dari Wisata Lembah Loka Jaya, sebagai lokasi spot pembukaan acara.
Ajang FO-Race 2025 diikuti puluhan peserta penggiat orienteering dari berbagai komunitas olahraga, pelajar, mahasiswa, hingga pecinta alam. Para peserta ditantang menavigasi medan hutan Wonosalam menggunakan peta dan kompas untuk menemukan titik-titik kontrol secara mandiri. Selain sebagai tantangan olahraga, kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya membaca ruang, memahami karakteristik kawasan, dan mengambil keputusan lintasan yang sejalan dengan prinsip penataan ruang berkelanjutan.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan Agus Andrianto., S.T., M.T, menyampaikan bahwa penyelenggaraan FO-Race yang bertepatan dengan Hari Tata Ruang Nasional menjadi momentum strategis untuk meningkatkan pemahaman publik tentang pengendalian pemanfaatan ruang. Orienteering, menurutnya, adalah olahraga yang sangat relevan karena mengajarkan kemampuan membaca medan dan memanfaatkan ruang secara efisien.
“Kami berharap event FO-Race ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan destinasi wisata dan UMKM Wonosalam kepada masyarakat di luar Jombang. Semoga kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kunjungan dan membawa manfaat ekonomi bagi warga sekitar” ujar Agus Andrianto dalam sambutannya pada saat proses penyerahan hadiah.
Kerja sama dengan Lokajaya juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Selain menyediakan lokasi yang ideal untuk lintasan dan tempat singgah peserta orienteering, kolaborasi ini sekaligus menjadi sarana promosi destinasi wisata Wonosalam. Peserta dan pengunjung berkesempatan menikmati keindahan alam sekitar, sehingga kegiatan ini tidak hanya berdampak pada edukasi tata ruang, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisata dan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Jombang menilai bahwa sinergi antara dunia olahraga, pelaku wisata, dan pemangku kebijakan tata ruang merupakan contoh nyata implementasi penataan ruang yang berkelanjutan. Kegiatan yang berjalan lancar dan penuh antusiasme ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai agenda tahunan dan menjadi daya tarik baru dalam promosi Wonosalam sebagai destinasi unggulan.